Harga Kambing Terus Turun, Peternak Bojonegoro Terancam Rugi Puluhan Miliar Setiap Bulan
padangan.id – Peternak Bojonegoro terancam rugi puluhan milyar per bulan jika harga kambing terus turun. Daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis peternakan kambing di Jawa Timur kini menghadapi tekanan yang tidak ringan, terutama ketika harga jual tidak lagi mampu menutup biaya produksi. Di tengah kondisi ini, banyak peternak mulai merasakan bahwa usaha yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga perlahan berubah menjadi sumber kerugian yang terus menggerus daya tahan mereka.
Bojonegoro memiliki populasi kambing yang cukup besar, dengan jumlah mencapai ratusan ribu ekor yang tersebar di berbagai kecamatan. Pola peternakan di daerah ini didominasi oleh skala kecil hingga menengah, di mana sebagian besar peternak memelihara antara dua hingga sepuluh ekor kambing sebagai usaha sampingan maupun sumber penghasilan utama. Dalam kondisi normal, sistem ini berjalan cukup stabil karena adanya siklus jual beli yang mengikuti kebutuhan pasar, baik untuk konsumsi harian, warung sate, maupun momen-momen tertentu seperti aqiqah dan hari besar keagamaan. Namun ketika harga kambing mulai turun secara konsisten, sistem yang tampak stabil tersebut mulai menunjukkan kelemahannya.
Untuk memahami besarnya tekanan yang dihadapi peternak, kita perlu melihat struktur biaya secara lebih rinci. Dalam satu siklus pemeliharaan kambing, peternak harus mengeluarkan biaya untuk pembelian bakalan, pakan, serta perawatan kesehatan ternak. Harga bakalan kambing di Bojonegoro umumnya berada di kisaran Rp1.800.000 hingga Rp2.200.000 per ekor, tergantung pada ukuran dan kualitas awal. Selama masa pemeliharaan yang berkisar antara dua hingga empat bulan, peternak juga harus menyediakan pakan, baik dalam bentuk hijauan maupun tambahan konsentrat, dengan biaya yang bisa mencapai Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per ekor. Jika ditotal, maka biaya produksi per ekor kambing dapat berada pada kisaran Rp2.500.000 hingga Rp3.200.000.
Dalam kondisi harga normal, kambing dengan bobot yang baik dapat dijual pada kisaran Rp3.200.000 hingga Rp4.000.000 per ekor, sehingga peternak masih memiliki margin keuntungan yang cukup untuk melanjutkan usaha. Namun ketika harga turun ke kisaran Rp2.300.000 hingga Rp2.700.000, maka margin tersebut langsung hilang. Bahkan dalam banyak kasus, peternak harus menjual dengan harga yang lebih rendah dari biaya produksi, terutama ketika mereka membutuhkan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di sinilah kerugian mulai terjadi, bukan dalam skala kecil, tetapi dalam jumlah yang terus berulang setiap kali siklus penjualan berlangsung.
Jika kita menggunakan pendekatan realistis berdasarkan populasi dan pola produksi di Bojonegoro, maka potensi kerugian dapat dihitung secara lebih konkret. Dengan populasi kambing sekitar 244.000 ekor dan asumsi bahwa sekitar 25 persen masuk dalam siklus penjualan setiap bulan, maka terdapat sekitar 60.000 ekor kambing yang dilepas ke pasar dalam satu bulan. Jika rata-rata kerugian per ekor berada di kisaran Rp500.000, maka total kerugian peternak Bojonegoro dapat mencapai sekitar Rp30 miliar dalam satu bulan. Angka ini bukan sekadar hitungan di atas kertas, tetapi mencerminkan tekanan nyata yang dialami oleh ribuan peternak di lapangan.
Dalam kondisi yang lebih buruk, ketika harga kambing turun lebih dalam dan selisih harga mencapai Rp800.000 per ekor, sementara jumlah kambing yang dijual meningkat hingga 70.000 hingga 80.000 ekor per bulan, maka total kerugian bisa melonjak hingga Rp50 miliar hingga Rp60 miliar dalam satu bulan. Ini adalah skenario yang sangat mungkin terjadi ketika pasar mengalami kelebihan pasokan dan daya serap menurun. Jika kondisi ini berlangsung selama beberapa bulan berturut-turut, maka dampaknya akan sangat serius terhadap keberlangsungan usaha peternakan di Bojonegoro.
Kerugian dalam skala puluhan miliar rupiah ini tidak hanya berdampak pada peternak sebagai individu, tetapi juga pada ekosistem ekonomi yang lebih luas. Ketika peternak mengalami kerugian, kemampuan mereka untuk membeli pakan menurun, yang berdampak pada penurunan kualitas ternak. Pedagang pakan kehilangan pelanggan, tenaga kerja di sektor peternakan berkurang, dan perputaran uang di tingkat desa menjadi melemah. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu penurunan aktivitas ekonomi di wilayah pedesaan yang selama ini sangat bergantung pada sektor peternakan.
Salah satu akar masalah dari penurunan harga kambing adalah ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan. Dalam beberapa periode, jumlah kambing yang siap jual meningkat secara bersamaan, sementara daya serap pasar tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Kondisi ini menyebabkan harga tertekan, terutama di tingkat peternak yang tidak memiliki akses langsung ke pasar. Ketergantungan pada tengkulak semakin memperparah situasi, karena peternak tidak memiliki posisi tawar yang cukup kuat untuk menentukan harga.
Di sisi lain, sebenarnya terdapat potensi pasar yang besar dan stabil yang belum dimanfaatkan secara optimal, yaitu warung sate dan usaha kuliner berbasis daging kambing. Di Bojonegoro dan sekitarnya, jumlah warung sate cukup banyak dan beroperasi setiap hari, menyerap daging kambing dalam jumlah yang tidak sedikit. Jika peternak mampu membangun hubungan langsung dengan pelaku usaha ini, maka penyerapan kambing dapat meningkat dan harga bisa lebih stabil. Namun hingga saat ini, hubungan tersebut masih belum terbangun secara sistematis, sehingga peluang besar ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Selain memperkuat akses pasar, peningkatan kualitas ternak juga menjadi faktor penting dalam menghadapi tekanan harga. Kambing yang sehat, dengan bobot ideal dan kualitas daging yang baik, akan lebih mudah diterima pasar dengan harga yang lebih tinggi. Oleh karena itu, peternak perlu mulai memperhatikan manajemen pemeliharaan secara lebih serius, termasuk dalam hal pakan, kesehatan, dan pengelolaan kandang. Dengan kualitas yang terjaga, peternak dapat meningkatkan daya saing dan mengurangi risiko kerugian.
Di era digital seperti sekarang, peternak juga memiliki peluang untuk memperluas jaringan pemasaran melalui pemanfaatan teknologi. Dengan menggunakan media sosial, website, dan komunikasi langsung dengan pelanggan, peternak dapat menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perantara. Langkah ini tidak hanya membantu meningkatkan harga jual, tetapi juga membuka peluang untuk membangun brand usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, penurunan harga kambing yang terus terjadi harus menjadi momentum bagi peternak Bojonegoro untuk melakukan perubahan. Ini bukan hanya soal bertahan, tetapi tentang bagaimana membangun sistem usaha yang lebih kuat dan mampu menghadapi dinamika pasar. Kerugian yang mencapai puluhan miliar rupiah setiap bulan adalah peringatan serius bahwa sistem yang ada saat ini perlu diperbaiki.
Jika kondisi ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin banyak peternak yang akan meninggalkan usaha ini karena tidak lagi menguntungkan. Namun jika ditanggapi dengan strategi yang tepat, krisis ini justru dapat menjadi titik balik untuk membangun sistem peternakan yang lebih modern, lebih terintegrasi, dan lebih berdaya saing. Di sinilah peran peternak menjadi sangat penting, bukan hanya sebagai produsen, tetapi sebagai pelaku usaha yang mampu membaca pasar, mengelola risiko, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Dan pada akhirnya, stabilitas harga kambing tidak akan tercipta dengan sendirinya. Ia harus dibangun melalui kerja bersama, strategi yang tepat, dan keberanian untuk berubah. Bagi peternak Bojonegoro, ini adalah saatnya untuk tidak lagi hanya mengikuti arus, tetapi mulai mengambil kendali atas usaha yang mereka jalankan. Karena di tengah tekanan yang ada, selalu ada peluang bagi mereka yang siap untuk naik kelas dan bertahan dalam jangka panjang.
padangan.id
Table of Contents
Toggle






Thank you for the auspicious writeup. It in fact was a amusement account it.
Look advanced to more added agreeable from you!
However, how can we communicate?
I really like what you guys are up too. This
type of clever work and coverage! Keep up the superb works guys I’ve added you guys to blogroll.